Game Kerajaan

5 Game Kerajaan di Android untuk Mengasah Kemampuan Strategi dan Taktik Kamu

Punya cita-cita menjadi raja dan memiliki kerajaan sendiri tapi nggak kesampaian?

Biasanya sih yang punya keinginan seperti itu gara-gara terlalu banyak menonton film atau membaca buku bertema kerajaan seperti Game of Thrones, King Arthur, atau Romance of the Three Kingdoms. Hanya saja menjadi raja atau mengelola kerajaan itu nggak mudah, lho.

Kamu harus pandai mengatur strategi, jeli dalam membaca peluang, dapat menganalisis kelemahan lawan, dan mampu mengelola rakyat yang kamu pimpin. Sebelum pada akhirnya kamu menjadi raja beneran (siapa tahu tiba-tiba kamu masuk ke dunia isekai dan jadi raja, kan, LMAO), mending coba berlatih dulu aja dengan memainkan game-game bertema kerajaan.

Game bertema di kerajaan, apalagi di perangkat Android, bisa dibilang cukup banyak, bahkan bisa dibilang melimpah. Berbagai jenis genre dengan latar belakang kerajaan pun ada, mulai dari Action, Adventure, MMORPG, Strategy, dan Simulation. Bahkan meski genrenya sama, bisa jadi memiliki gameplay yang berbeda.

Yah, meski juga nggak sedikit yang gameplaynya mirip antara satu game kerajaan dengan game yang lain. Hanya saja, game-game tersebut pasti mempunyai faktor pembeda yang membuatnya menonjol dan unik dibandingkan game sejenis. Entah itu bisa dari faktor leveling, hunting, recruiting, atau pengaturan strategi.

Tapi tenang saja, dari sekian banyak game yang ada di Google Play, ada 5 rekomendasi game bertema kerajaan yang bisa kamu coba. Genre dan gameplay antar satu game dengan game yang lain juga berbeda, kok. Sehingga kamu bisa mencoba semua kemungkinan dan semoga bisa menemukan game yang cocok denganmu. Apa saja kelima game tersebut, Ini nih daftarnya.

5 Game Kerajaan di Android:

1.Dynasty Warriors: Unleashed

Genre: Role Playing, Action

Ngomong-ngomong soal kerajaan, rasanya kurang afdol kalau melewatkan tema kerajaan klasik nan legendaris, Romance of the Three Kingdoms. Kisah 3 kerajaan di daratan Tiongkok, yakni Kerajaan Wei, Kerajaan Shu, dan Kerajaan Wu, yang akhirnya bergabung menjadi satu nampaknya mempunyai daya tarik tersendiri yang dapat memikat para developer game.

Saking populernya, kamu bisa menemukan banyak banget game yang mengangkat tema Romance of the Three Kingdom. Tapi dari sekian banyak game bertema Romance of the Three Kingdom, ada satu game yang cukup memorable dan berkesan di hati para gamer, yaitu Dynasty Warrior.

Franchise game Dynasty Warrior memang cukup populer di konsol dan PC. Sejak kemunculan pertamanya di tahun 1997, Dynasty Warrior secara bertahap terus menerus hadir sampai terakhir pada tahun 2018 kemarin dengan Dynasty Warrior 9.

Hanya saja meski game ini dapat kamu temui dengan mudah di konsol atau PC, namun tidak untuk perangkat mobile seperti Android. Hal ini dikarenakan kamu hanya bisa menemukan satu game resmi Dynasty Warrior di Google Play yang dirilis oleh Nexon.

Nexon bekerja sama dengan KOEI dan XPEC Entertainment dalam membuat game Dynasty Warrior Unleashed ini. Mungkin karena timpangnya teknologi di smartphone dengan konsol atau PC kali ya, sehingga nggak banyak developer yang membuat franchise Dynasty Warrior untuk Android.

Secara gameplay, game satu ini nggak jauh berbeda dengan yang ada di konsol atau PC. Kamu hanya perlu menghajar ratusan musuh yang menghadang dengan karakter pilihanmu. Karakter yang dapat kamu mainkan juga cukup beragam, namun kamu harus mendapatkannya terlebih dahulu sebelum bisa memakainya.

Bagaimana cara mendapatkannya? Bicara soal Nexon, tentunya nggak bisa dilepaskan dengan yang namanya gacha. Terlebih untuk mendapatkan karakter dengan tingkat rarity cukup tinggi namun memiliki rate yang sangat rendah. Kalau kamu hoki, bisa saja mendapatkannya tanpa keluar banyak duit, namun apabila kurang hoki, siap-siap aja bakar duit untuk mendapatkan karakter favoritmu.

Tapi apakah layak sampai harus menghabiskan ratusan ribu hanya demi karakter? Tiap orang punya preferensinya masing-masing, sih. Layak atau tidaknya hanya kamu yang bisa menentukannya. Setidaknya coba mainkan dan nilai sendiri apakah gacha karakter cukup worth untuk digunakan.

2.Kingdom Rush 

Genre: Strategy – Tower Defense

Dari Dynasty Warrior yang memiliki gameplay yang cukup eksplosif, sekarang kita berpindah ke game Kingdom Rush yang menitikberatkan pada pengaturan strategi.

Game besutan Ironhide Game Studio ini mengusung genre strategi berjenis tower defense. Apakah sebelumnya kamu pernah memainkan game dengan tema tower defense? Genre ini sempat populer beberapa tahun lalu, entah kalau sekarang, ya. Apakah masih ramai atau sudah cukup meredup. 

Pada game dengan genre strategi berjenis tower defense, kamu diharuskan untuk menghadang musuh yang datang menyerang. Kamu dapat meletakkan tower di sepanjang jalan untuk mengalahkan musuh tersebut sebelum mereka menyerbu masuk ke kerajaanmu.

Secara gameplay game ini sama seperti tower defense pada umumnya, bedanya ada pada pemilihan tower yang dapat kamu letakkan. Pada awal permainan, kamu dapat memilih 4 jenis bangunan untuk menghadang monster seperti goblin atau werewolf. 

ecara gameplay game ini sama seperti tower defense pada umumnya, bedanya ada pada pemilihan tower yang dapat kamu letakkan. Pada awal permainan, kamu dapat memilih 4 jenis bangunan untuk menghadang monster seperti goblin atau werewolf. 

Keempat bangunan tersebut adalah Barracks, Archer Tower, Mages Guild, dan Artillery. Barracks berfungsi untuk menghadang musuh karena akan ada 3 prajurit yang siap mengalahkan musuhmu.

Archer Tower akan mengeluarkan panah dan memiliki attack speed yang cukup tinggi namun kekuatannya tidak begitu powerful, Mages Guild akan menyerang dengan orb yang memiliki damage output yang tinggi dan dapat menembus armor lawan namun attack speed tidak secepat Archer Tower, dan yang terakhir ada Artillery yang akan mengeluarkan meriam dan mempunyai daya serang area atau biasa disebut AOE (Area of Effect) namun attack speed lebih lamban dibandingkan Mages Guild.

Selain Barracks yang bersifat melee atau jarak dekat, serangan ketiga bangunan yang lain bersifat range atau jarak jauh. Hanya saja keunggulan dari Barracks adalah kamu dapat memposisikan ketiga tentara tersebut di mana pun selama masih dalam area Barracks. Nantinya kamu juga bisa upgrade bangunan

Selain itu, kamu juga memiliki dua skill tambahan, yaitu Call Reinforcements dan Rain of Fire. Call Reinforcements dapat digunakan untuk memanggil bala bantuan berupa dua prajurit melee selama beberapa detik untuk membantu blocking musuh, sedangkan Rain of Fire Skill berupa meteor yang memiliki damage AOE.

Oh iya, game ini bisa kamu download secara gratis. Namun kalau ingin mendapatkan pengalaman gaming yang lebih maksimal, kamu bisa membeli Kingdom Rush Origins seharga Rp9.000 di Goole Play.

Perbedaan antara Kingdom Rush dengan yang versi Origins terletak pada mekanik yang lebih balance, kalau di versi gratis kamu kan perlu membeli item in-app purchase supaya lebih kuat, nah di versi Origins ini nggak perlu, jadi benar-benar full strategi dan taktik.

3.Fortress Under Siege

Genre: Strategy – Castle Defense

Game besutan EasyTech ini cukup unik. Disebut game tower defense bisa, namun kurang menggambarkan game ini secara sepenuhnya. Soalnya kamu nggak hanya menggunakan tower untuk melindungi kerajaanmu, tapi menggunakan para prajurit (Troops), bangunan (Building), dan benteng (Fortress).

Gameplay dari Fortress Under Siege bisa dibilang cukup anti mainstream, soalnya kamu bakal memimpin pasukan yang ditugaskan untuk melindungi benteng kerajaan supaya tidak jatuh ke tangan musuh. Nah, kamu bisa memanfaatkan ketiga elemen tersebut supaya bentengmu tidak hancur ketika musuh datang menyerang dan kamu harus bertahan selama 5 hari penyerangan. 

Meski grafik dari game ini tidak sebagus Dynasty Warrior Unleashed, secara gameplay dan mekanik sangatlah menantang untuk dimainkan dan bikin nagih, apalagi kalau kamu mengidolakan Sun Tzu atau Zhuge Liang yang doyan banget mengatur strategi.

Game ini ada dua jenis, yaitu Fortress Under Siege dan Fortress Under Siege HD. Bedanya kalau yang HD grafiknya lebih bagus dikit dibandingkan yang biasa. Itu aja sih, secara gameplay nggak beda jauh.

Pada awal permainan, kamu dapat merekrut prajurit dengan 4 class yang berbeda, yaitu Spearman (prajurit bersenjatakan tombak), Pikeman (prajurit terlatih yang membawa polearm), Peasant (rakyat jelata yang bersenjatakan pedang pendek), dan Archer (pemanah pada umumnya).

Untuk Building kamu dapat membangun Wooden House untuk meningkatkan kapasitas prajurit yang bisa kamu rekrut. Sedangkan pada menu Fortress kamu dapat membeli Fence (pagar untuk menahan musuh sementara).

Wall (dinding untuk menahan musuh lebih lama dibanding fence), Gatehouse (gerbang keluar masuk benteng), Arrow Tower (menara yang dapat digunakan oleh Archer untuk menyerang lawan), Square Tower (sama seperti Arrow Tower namun menggunakan crossbow), Pitch (digunakan untuk membakar lawan), dan Pit (jebakan berduri untuk melukai lawan).

Setelah menempatkan Troops, Building, dan Fortress, kamu bisa tap tombol Start dan melihat simulasi penyerangan musuh ke arah bentengmu. Kamu nggak hanya bisa menonton jalannya penyerangan, kok.

Kamu juga bisa menggerakkan pasukanmu dengan cara tap, setelah itu tap lagi ke area yang diinginkan. Sayangnya kecepatan penyerangan nggak bisa diatur, jadi harus sabar aja melihat musuh yang datang menyerang, soalnya mereka jalannya lambat. Tapi secara gameplay dan mekanik, game ini worth banget untuk dicoba.

4.The Battle of Polytopia – An Epic Civilization War

Genre: Strategy – Turn Based

Selain Fortress Under Siege, satu game strategi lain yang nggak boleh untuk dilewatkan adalah The Battle of Polytopia. Sebelum membahas game ini lebih lanjut, ada yang pernah main Civilization?

Baik itu Civilization yang super lawas atau frachise terbaru Civilization VI yang paling baru. Nah, kalau kamu pernah main Civilization, gameplay dari The Battle of Polytopia ini mirip banget. Bedanya mungkin cuma dari grafik dan mekanik aja sih, untuk gameplay bisa dibilang mirip. Yah, bisa disebut Civilization versi mobile, lah. 

Kalau kamu belum pernah main Civilization, gameplay dari game ini tuh kamu dapat memilih kerajaan (empire) yang diinginkan dan membangunnya menjadi kerajaan terkuat dengan cara menaklukkan kerajaan-kerajaan lain.

Nah, tiap kerajaan punya teknologi dan keunggulannya masing-masing. Ada yang jago mancing, ada yang jago eksplor, ada yang jago perang, dan lain sebagainya.

Sesuaikan saja dengan kebutuhan yang kamu inginkan. Selain berperang, kamu juga bisa menugaskan pasukanmu untuk scouting, bercocok tanam, memancing, atau menambang mineral.

Namun, tiap aksi yang kamu pilih akan mengurangi jatah aksi. Pada awal permainan, kamu harus bertahan dengan jumlah jatah aksi, namun kamu bisa menambahnya dengan cara menaklukkan kota lain atau memilih pilihan tambah jatah aksi.

Kalau jatah aksi kamu habis, kamu bisa mengakhiri putaranmu dan menunggu lawanmu sampai selesai. Bisa dibilang board game banget lah gameplaynya.

Secara grafis, game yang dirilis oleh Midjiwan AB ini mengusung konsep 3D low poly pixel art yang memberi nuansa lebih segar kalau dibandingkan dengan game kerajaan yang lain.

Nah, pada mode Single Player kamu dapat memilih cara menentukan pemenang, apakah dengan cara mengumpulkan skor tertinggi selama 30 putaran (Perfection) atau harus meratakan semua kerajaan lawan (Domination).

Sedangkan pada mode Multiplayer, cara menentukan pemenang bisa dengan cara berlomba-lomba mengumpulkan 10.000 poin skor (Glory) atau menyerang dan menghancurkan semua kerajaan lawan (Might).

Jadi pada tiap mode kamu bisa memilih ingin setengah damai (fokus pada pengumpulan sumber daya dan sesekali menyerang kerajaan lain) atau sepenuhnya perang, perang, dan perang. Kerajaanmu dan kerajaan yang sudah kamu rebut bisa kamu kembangkan lebih jauh lagi dengan cara level-up.

Yang perlu kamu ingat, penempatan posisi pada saat berperang memegang peranan penting. Efek ketika pasukanmu berada di gunung bakal berbeda dengan pada saat pasukanmu berada di lembah.

Kamu juga bisa menyerang kerajaan lain lewat laut, namun kamu harus membuka teknologi yang relevan terlebih dahulu. Jadi nggak semua aksi dapat kamu lakukan, ada teknologi yang harus dibuka terlebih dahulu. Oh iya, untuk versi gratis jumlah kerajaan yang kamu pilih juga terbatas. Jadi untuk memainkan kerajaan lain, kamu harus membelinya terlebih dahulu.

Selain itu, apabila kamu membeli setidaknya satu kerajaan, kamu baru bisa membuka dan memainkan mode Multiplayer. Apabila kamu tidak ingin membeli kerajaan baru, kamu hanya dapat memainkan mode Single Player. Yah, itung-itung bantu biaya maintenance server.

5.Kingdom Adventurers

Genre: Simulation

Game kerajaan memang identik dengan genre strategy, namun bukan berarti genre simulasi nggak bisa menyelinap masuk ke tema game kerajaan ini.

Kairosoft, rajanya game simulasi mobile, turut menyemarakkan dan menambah keriuhan game bertema kerajaan dengan menghadirkan game simulasi bernama Kingdom Adventurers. Beralih sebentar ke Kairosoft, developer satu ini bisa dibilang sangat konsisten di genre simulasi.

Semua tema kebanyakan sudah mereka jajal, mulai dari simulasi balap, sepak bola, restoran, pembangunan kota, bajak laut, sekolah, dan sekarang kerajaan.

Gameplay yang diusung oleh Kairosoft juga mirip-mirip, kamu harus memulai dari bawah dan perlahan-lahan merangkak naik menjadi yang tersukses.

Kingdom Adventurers ini nggak ada bedanya dengan game Kairosoft yang lain. Jadi ceritanya, kerajaan yang dulu makmur harus jatuh akibat serangan monster. Nah, turunan para raja ini mencoba membangkitkan kembali kerajaan yang dulu sempat makmur namun harus memulai dari awal.

Gameplay dari Kingdom Adventurers bisa dibilang lebih kasual dibanding dengan 4 game sebelumnya, jadi bisa kamu jadikan sebagai pelepas penat setelah pusing-pusing memikirkan strategi di game lain.

Sebagai pemain, kamu bakal disediakan lahan kosong yang cukup luas. Kamu nantinya bisa membangun Town Hall, Royal Room, Armor Shop, Weapon Shop, Storehouse, atau bangunan-bangunan lain di lahan tersebut.

Selain fokus pada simulasi pengembangan kerajaan, kamu juga dapat mengumpulkan berbagai harta karun, mencari makan, menambang mineral, menebang pohon, dan berperang dengan monster.

Supaya dapat bertahan dari serangan monster, kamu nantinya juga bisa merekrut berbagai jenis profesi seperti warrior, mage, dan guard. Bahkan kamu juga bisa merekrut profesi lain seperti farmer atau merchant.

Nah, kalau kamu merasa lahan sudah cukup sesak, kamu dapat menggunakan Torch untuk memperluas daerah kekuasaanmu. Apakah kamu siap membangun kerajaan yang dulu sempat jatuh kembali ke masa jayanya?

Dari kelima game ini, menurutmu yang paling worth dan seru untuk dimainkan yang mana saja sobat?

About the author

Hey Techie

Add Comment

Click here to post a comment

Categories