Uncategorized Aplikasi

7 Aplikasi Video Editor Gratis Terbaik di Android

Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas profesi content creator mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Bahkan banyak anak kecil zaman sekarang yang cita-citanya bukan lagi menjadi dokter, pilot, atau tentara, melainkan menjadi seorang content creator.

Hal ini didukung dengan beragamnya layanan video streaming seperti YouTube milik Google, Twitch milik Amazon, TikTok dari ByteDance, dan Mixer milik Microsoft. Nggak menutup kemungkinan dalam beberapa tahun ke depan ada variasi layanan video streaming lain yang populer.

Aplikasi video editor merupakan salah satu hal yang harus kamu miliki dan kuasai. Hanya saja ada beberapa aplikasi video editor yang harganya cukup menguras kantong buat konten kreator pemula atau yang masih minim budget. Misalnya saja Adobe Premiere Pro, CyberLink Power Director, atau Corel VideoStudio Ultimate.

Sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan beberapa aplikasi video editor yang gratis, bahkan ada aplikasi video editor yang bisa dijalankan dari smartphone android milikmu. Apa saja aplikasi video editor android yang gratis namun performanya tetap bagus?

7 Aplikasi Video Editor Gratis Terbaik di Android 

1.FilmoraGo – Free Video Editor

Kalau kamu mencari aplikasi video editor yang gratis namun tetap powerful, FilmoraGo merupakan salah satu rekomendasi yang bisa kamu coba. Aplikasi yang dibangun oleh Wondershare Software ini memiliki fitur yang terbilang lengkap dan kamu juga bisa membuat video dengan berbagai format, baik itu format 1:1 untuk video postingan Instagram atau 16:9 untuk video YouTube. 

FilmoraGo memiliki beragam fitur yang dapat membuat videomu menjadi lebih menarik, antara lain: 

Play in reverse

Fitur ini sangat cocok buat kamu yang bercita-cita ingin menjadi Doctor Strange tapi nggak kesampaian, misalnya saja mengembalikan balon yang pecah ke kondisi semula. Jadi yang perlu kamu lakukan hanya merekam video memecahkan balon seperti biasa, setelah itu gunakan fitur reverse supaya hasilnya terlihat seolah-olah kamu bisa mengembalikan bentuk balon yang pecah ke kondisi awal seperti saat Doctor Strange memutar waktu menggunakan Eye of Agamotto.

Slow down & speed up

Selain fitur reverse, kamu juga bisa mempercepat atau memperlambat suatu adegan pada satu video dengan FilmoraGo. Kamu hanya perlu memilih adegan yang ingin dibuat menjadi slow motion atau fast motion. Jadi kalau kamu ingin mengambil video slow motion atau timelapse ala-ala, nggak perlu pakai kamera mahal, tinggal pakai aplikasi ini juga bisa.

Transition

Ada beberapa opsi transisi klasik yang dapat kamu pilih, seperti Dissolve, Wipe, Split, Shutter, dan Zoom. Hasil dari transisi ini juga cukup mulus dan tidak terlalu kasar.

Overlays & filters

Selain pilihan transisi, kamu juga bisa menerapkan berbagai efek overlays dan filter bawaan yang ada pada aplikasi sehingga video yang kamu hasilkan bakal terlihat lebih keren.

Text & titles

Aplikasi ini memiliki library teks dan title yang cukup beragam. Selain itu kamu juga bisa menentukan warna, ukuran, dan posisi dari teks.

WYSIWYG editor

Semua hasil editing dapat kamu lihat secara real-time karena menggunakan WYSIWYG (what you see is what you get) editor. Jadi waktu editing video bisa menjadi lebih efisien.

Selain fitur-fitur tersebut, kamu juga bisa menambahkan musik, memilih template, trim, rotate, crop, dan export ke video kualitas HD. Satu lagi keunggulan dari FilmoraGo dibandingkan dengan aplikasi video editor yang lain adalah tidak ada watermark seperti aplikasi video editor gratisan pada umumnya.

2.Funimate: Video Editor & Music Clip Star Effects

Kalau kamu cukup aktif di TikTok atau Musically dan ingin membuat video yang unik dan kreatif, coba deh install aplikasi Funimate. Aplikasi yang dikembangkan oleh AVCR Inc. ini memiliki lebih dari 40 juta pengguna aktif dan banyak digunakan oleh penggunanya untuk membuat video di TikTok. Baik itu video lip-sync, slow motion, atau musical video clip.

Bagi kamu yang masih awam dan belum begitu familiar dengan aplikasi edit video, nggak perlu khawatir karena aplikasi ini cukup mudah untuk dipelajari, kok. Didukung dengan lebih dari 100 efek video bawaan yang ada pada aplikasi ini, kamu hanya perlu memilih dan mengombinasikannya supaya menghasilkan video yang menarik.

Merasa efek bawaan tidak ada yang menarik? Tenang saja, kamu bisa membuat efek sendiri supaya videomu benar-benar unik dan mempunyai ciri khas. Kamu tinggal membuat efek tersebut dari foto yang ada di galerimu dan memasangnya pada video yang kamu inginkan. 

Kalau masih merasa kurang menarik, coba tambahkan emoji, stiker, teks, dan musik pada videomu. Hanya saja kamu harus memastikan kalau videomu tidak terlalu ramai dengan berbagai tambahan tersebut. Soalnya video yang terlalu ramai bisa membuat penonton tidak tertarik untuk melihat videomu.

Oh iya, jangan menganggap aplikasi ini hanya sekadar menambahkan efek dan beragam tambahan lainnya, ya. Karena dengan aplikasi ini kamu masih bisa menggunakan fitur dasar dari video editor seperti merger, cut, trim, dan crop.

3.KineMaster – Video Editor

Aplikasi ini cukup banyak digunakan oleh para konten kreator. Kenapa bisa bilang begitu? Soalnya video yang dibuat dengan aplikasi ini biasanya memiliki watermark “made with kinemaster”. Pernah menemukan atau menonton video tersebut di YouTube, Instagram, atau layanan video streaming lainnya?

Apabila kamu menggunakan aplikasi yang dikembangkan oleh KineMaster Corporation ini, memang akan ada watermark yang muncul saat kamu selesai rendering.

Kalau ingin menghilangkan watermark tersebut, kamu bisa berlangganan dengan biaya sekitar Rp70 ribuan. Tetapi kalau kita mengesampingkan dan tidak mempermasalahkan watermark tersebut, fitur yang ada pada aplikasi ini cukup powerful. Meski ada beberapa tools premium yang tidak akan bisa kamu akses kalau menggunakan versi gratis.

Overall untuk melakukan editing video sederhana dari smartphone, aplikasi ini cukup bisa diandalkan. Untuk fitur yang lain kurang lebih sama seperti FilmoraGo, seperti efek reverse, speed control seperti slow motion dan time lapse, dan menyisipkan gambar, stiker, efek spesial, musik, teks, dan tulisan tangan pada videomu. 

Fitur lain yang cukup menarik dari aplikasi ini kamu bisa mengubah suara yang ada di video dengan voice changer. Jadi kalau kamu ingin menyamarkan suara pada video supaya tidak terciduk copyright atau sekadar lucu-lucuan, mungkin bisa menggunakan KineMaster. Oh iya, kalau kamu export video, kualitasnya bisa sampai 4K 2160p dengan 30 FPS, lho. Mantap, kan? Tapi ya harus premium sih kalau ingin export video dengan kualitas setinggi itu.

4.Quik – Free Video Editor for photos, clips, music

Quik merupakan jawaban kalau kamu mencari aplikasi video editor yang praktis dan cepat. Hal ini disebabkan karena Quik mempunyai fitur automatic video creation. Jadi semua video klip atau foto yang kamu pilih bisa langsung menjadi sebuah video secara otomatis dalam waktu yang relatif singkat. Menilik performa dan kualitas dari video yang bisa mencapai 1080p, nampaknya Quik bisa menjadi alternatif dari FilmoraGo. Terlebih kamu nggak akan menemukan iklan yang menyebalkan pada saat menggunakan aplikasi ini.

Meski aplikasi ini sangat cocok untuk konten kreator yang nggak mau ribet, karena pemrosesan video berjalan secara otomatis, kamu yang ingin melakukan kustomisasi pada video masih bisa menggunakannya, kok. Soalnya kamu masih bisa menambahkan transisi, efek, teks, dan musik pada video yang kamu buat. Oh iya, nantinya transisi ini akan disesuaikan dengan tempo musik yang kamu pilih, jadi tiap ketukan tempo bisa menjadi transisi antar foto atau video. 

Selain itu juga ada fitur speed control untuk mempercepat atau memperlambat videomu. Kamu juga bisa memilih satu dari 3 format yang tersedia, yaitu cinema, square, dan portrait, supaya bisa dengan mudah diunggah ke Instagram atau Snapchat.

Meski dibuat oleh GoPro dan bisa digunakan untuk GoPro HERO+ dan HERO3 ke atas, semua smartphone dengan OS Android 4.4 ke atas juga bisa menggunakannya, kok.

5.VivaVideo – Video Editor & Video Maker

Aplikasi yang dikembangkan oleh QuVideo Inc. ini sangat cocok untuk digunakan membuat video dengan durasi pendek pada media sosial. Soalnya aplikasi ini menggunakan gaya editing storyboard, dimana kamu akan memilih klip video dari galeri, melakukan proses editing, trim, dan setelah itu pindah ke segmen selanjutnya. 

Sama seperti KineMaster, VivaVideo juga memiliki watermark pada hasil akhir video. Oleh karena itu, kamu pasti sudah sering melihat video dengan watermark “made with VivaVideo” di bagian pojok kanan bawah.

Selain watermark, salah satu kekurangan dari versi gratis VivaVideo adalah pembatasan durasi yang ditetapkan, sehingga kamu tidak bisa mengeksplorasi kreativitasmu sepenuhnya. Apabila ingin terbebas dari watermark dan pembatasan durasi, mau nggak mau ya harus beralih ke versi premium. 

Aplikasi video editing ini memiliki lebih dari 200 filter dan stiker yang bisa kamu masukkan ke dalam videomu. Sejauh ini speed control pada VivaVideo hanya ada slow motion, belum ada fast motion seperti aplikasi yang sudah disebutkan sebelumnya.

Meski memiliki banyak keterbatasan, pengguna dari aplikasi ini bisa mencapai lebih dari 200 juta pengguna di seluruh dunia. Hal ini membuktikan di balik keterbatasan tersebut ada kemudahan penggunaan dan pengoperasian yang ditunjukkan oleh aplikasi ini.

6.Magisto Video Editor & Music Slideshow Maker

Kalau kamu mencari alternatif dari Quik, yang bisa membuat video dalam sekejap hanya dengan memilih foto dan video, coba download Magisto, deh.

Kalau Quik dikembangkan oleh GoPro, Magisto dibuat oleh Vimeo, salah satu layanan video streaming yang cukup populer. Aplikasi yang dikembangkan oleh Vimeo ini memiliki fungsionalitas yang hampir mirip dengan Quik. 

Dalam menggunakan aplikasi ini, kamu tidak membutuhkan keahlian atau keterampilan dalam video editing karena yang kamu lakukan hanyalah memilih satu atau lebih klip video dan soundtrack yang kamu inginkan, setelah itu Magisto akan secara otomatis membuatkan video untukmu.

Dalam proses pembuatan video tersebut, Artificial Intelligence (AI) yang ada di aplikasi tersebut akan menganalisa video dan memilih momen-momen terbaik dan memberikan highlight khusus.

7.Movie Maker for YouTube & Instagram

Last but not least, aplikasi terakhir yang akan diulas pada artikel ini merupakan aplikasi video editing yang benar-benar gratis 100% tanpa ada watermark.

Namun, seperti aplikasi gratisan pada umumnya, pastinya tetap ada limitasi atau batasan yang harus kamu terima sebagai pengguna gratisan. Soalnya kalau nggak seperti itu, darimana mereka bisa mendapatkan keuntungan, kan? 

Batasan-batasan tersebut antara lain adanya iklan yang bakal sering muncul dan durasi video dengan panjang maksimal 30 detik saja. Jadi meski di judulnya ada embel-embel “for Youtube” aplikasi ini nampaknya lebih cocok untuk media sosial karena durasinya hanya 30 detik saja.

Meski demikian, kemudahan penggunaan dan fitur yang cukup beragam seperti motion track dan text animation effect, music slideshow, dan berbagai pilihan efek cinematic yang bisa kamu sematkan pada videomu membuat aplikasi ini cukup populer. Kamu juga bisa memilih format 1:1 atau 16:9 pada saat awal pengerjaan video.

Dari ketujuh aplikasi di atas, tiap aplikasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Terlebih untuk pengguna gratisan dimana banyak fitur yang terkunci dan batasan lainnya yang harus diterima.

Namun apabila nantinya kamu sudah bisa mendapatkan penghasilan melalui konten video yang kamu buat, nggak ada salahnya untuk mulai mencoba aplikasi premium supaya hasil videomu bisa lebih berkualitas lagi.

Namun, perjalanan menjadi content creator tidaklah mudah. Kamu membutuhkan keahlian dan peralatan yang memadai untuk menghasilkan video yang berkualitas.

Beberapa keahlian yang dibutuhkan berupa skill editing video, cara mengolah konten yang baik dan menarik, cara berbicara di depan kamera, dan cara berinteraksi dengan narasumber.

Sedangkan untuk peralatan yang dibutuhkan berupa kamera (baik kamera profesional, action camera, atau kamera smartphone), lighting, microphone, laptop atau komputer, dan aplikasi video editor.

Categories